ini adalah bapak saya. Namanya adalah Nurahman. Beliau adalah tulang punggung keluarga saya. Beliau lahir di Grujugan, 04 Maret 1968. Beliau bekerja sebagai petani dan photographer. Beliau mempunyai watak keras dan mudah marah. golongan bapak saya adalah o. Beliau mempunyai tinggi kira - kira 180 cm dengan berat badan 87 kg. mempunyai kulit berwarna sawo matang.
Dalam hatiku semasa kecil, ayah adalah
orang yang bisa membawakan banyak barang pulang ke rumah. Bagi kami,
ayah mengandung makna, kami kakak beradik akan mendapatkan banyak permen
dan kue untuk dimakan, akan mendapatkan banyak buku cerita dan majalah
untuk dibaca.
Ayah bertubuh tinggi, sedikit gemuk,
dahinya lebar. Ayah mengandung makna “tersenyum
manis” bagi kami, ibu dan anak-anak, itu merupakan semacam kebahagiaan
yang sangat sempurna.
Waktu kecil ayah
paling senang menggendong saya, katanya mata saya sangat indah. Setelah
sekolah ayah selalu berpesan padaku agar senantiasa duduk tegak, membaca
buku, menulis, kepala harus diangkat untuk mencegah rabun dekat. Jika
mengetahui kebiasaan lama saya kambuh ayah selalu berteriak dan mengikat
tubuh saya dengan tali, satu ujung tali berada di tangannya agar jika
saya lupa untuk duduk tegak, ayah bisa segera menarik tali tersebut.
Makan
pagi penambah gizi, kami bertiga masing-masing akan mendapat satu butir
telur rebus, ayah berada di samping sibuk mengupas kulit telur. Setiap
malam ayah membantu kami meraut pensil, setelah itu ditata rapi di dalam
kotak pensil. Jika saya belajar orgen, ayah akan mengajari aku dengan sungguh - sungguh.
Ayah
tidak merokok juga tidak minum minuman keras, tidak memiliki kebiasaan
buruk apa pun. Kebanyakan lelaki tidak suka mengurus anak-anak atau
mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang ruwet dan membosankan, tapi ayah
saya dengan penuh kesadaran sendiri, proaktif mengerjakan hal-hal
tersebut.
Ketika suasana hatinya
senang dan baik, ayah mengerjakannya seolah sedang mencicipi maltosa
yang manis, ketika suasana hatinya sedang tidak baik, ia akan menganggap
dirinya seperti mesin yang sedang beroperasi, semuanya tetap
dilakukannya, mencuci piring, mengelap, menyapu, memilih sayuran… sama
sekali tidak ada rasa gengsi, selalu rajin dan hemat, sabar tapi serius,
teliti dan penuh perhatian, sistematik. Ayah memiliki jiwa pelayanan
yang diresapi terhadap istri dan anak-anaknya, dari awal hingga akhir.




suka marah ya pal??
BalasHapussama kaya bpg gueh...