Jumat, 12 Oktober 2012

Adik kedua



ini adalah adik kedua saya. dia bernama Lufthi Abdu Raehan dan lahir pada tanggal 18 juni 2008 di roworejo. sekarang dia bersekolah di sd 2 roworejo dan dia masih kelas 2.




Adik Pertama

ey,,,,, para pengguna blog yang rajin blog walking dan Alhamdulillah mampir ke blog saya. bagaimana keadaan anda semua ?? saya berharap semuanya lagi dalam keadaan baik, sehat, gembira, semangat, dll, pokoknya yang membuat hidup ini bermakna. sudah lama ya saya gak cerita - cerita lagi. mungkin sekarang saya akan bercerita sedikit, tapi kali ini bukan tentang saya, soalnya nanti bosen lagi kalo ceritanya tentang saya mulu. hehe

berhubung saya punya adik yang kadang imut - imut sampek akhirnya jadi amit - amit :p. saya akan cerita sekarang tentang adik saya. adik saya sekarang udah kelas 5. namanya adalah dias alkahfi dan lahir pada tanggal 03 september 2001. hobinya main mulu, kalo gak main PES, Need For Speed,  game offline lainnya..

balik lagi ke adik saya, akhir - akhir ini lagi gemar - gemarnya main badhminton. tiap sore pasti kerjaanya main badhminton mulu. soalnya ada lapangan badhminton yang  tepat belakang rumah saya . waaaaaa,,,, senangnya jadi bisa main badhminton lagi deh. kerjaannya kalo gak adu tanding ma bapak saya ya ma saya yang akhirnya juga pada kecanduan main tiap sore. kata adik saya, kalo dia bisa ngalahin bapak, bakal dikasih hadiah ( aku juga mau dongggg ). tapi nyatanya dia masih belum menang - menang dari bapak saya. bapak saya gitu loh. haha. sebenarnya saya juga pengen banget ikut tanding pas sore - sore, tapi berhubung gak ada waktu.

Ibu Saya

Ibu adalah orang yang  melahirkan kita ke dunia. Ibu mengasuh dan mendidik kita sejak kecil dengan penuh kasih sayang. Kasih ibu tiada batasannya dan tidak  dapat dicari ganti. Ibu saya bernama Rela Andayani. Beliau berumur 41 tahun.
 
Ibu saya seorang yang sederhana, selalu berbaju kurung dan bertudung. Bagi saya, ibu adalah wanita yang cantik, bersopan-santun , dan periang. Ibu saya bekerja sebagai petani dan photograper sama seperti ayah aku.
 
Sebagai seorang ibu yang bekerjaya, kehidupan seharian ibu amat sibuk. Pada setiap pagi, ibu akan bangun awal untuk menyiapkan sarapan dan memasak untuk makan tengah hari nanti. Selepas bersarapan, adik termuda dan ibu akan pergi ke sekolah bersama-sama. Pada waktu tengah hari, ibu akan menjemput adik saya di sekolah. Kemudian, kami akan makan bersama-sama. Pada waktu petang pula, ibu akan mengajarkan kami tentang agama dan mengaji.
 
Pada hari minggu, ibu akan memasak lauk-pauk kegemaran kami sekeluarga. Selain itu, ibu saya pandai menjahit dan selalu menjahit pakaian saya. Ibu sentiasa meluangkan masa untuk membaca bersama-sama kami. Kami juga akan menonton televisi bersama-sama. Saya sayang akan  ibu dan berasa sangat gembira apabila melihat ibu tersenyum. Saya berjanji akan belajar bersungguh-sunggah dan akan sentiasa membuatkan ibu gembira. Saya doakan semoga ibu berbahagia selalu.
Bapak Saya

ini adalah bapak saya. Namanya adalah Nurahman. Beliau adalah tulang punggung keluarga saya. Beliau lahir di Grujugan, 04 Maret 1968. Beliau bekerja sebagai petani dan photographer. Beliau mempunyai watak keras dan mudah marah. golongan bapak saya adalah o. Beliau mempunyai tinggi kira - kira 180 cm dengan berat badan 87 kg. mempunyai kulit berwarna sawo matang.

Dalam hatiku semasa kecil, ayah adalah orang yang bisa membawakan banyak barang pulang ke rumah. Bagi kami, ayah mengandung makna, kami kakak beradik akan mendapatkan banyak permen dan kue untuk dimakan, akan mendapatkan banyak buku cerita dan majalah untuk dibaca.
Ayah bertubuh tinggi, sedikit gemuk, dahinya lebar. Ayah mengandung makna “tersenyum manis” bagi kami, ibu dan anak-anak, itu merupakan semacam kebahagiaan yang sangat sempurna.

Waktu kecil ayah paling senang menggendong saya, katanya mata saya sangat indah. Setelah sekolah ayah selalu berpesan padaku agar senantiasa duduk tegak, membaca buku, menulis, kepala harus diangkat untuk mencegah rabun dekat. Jika mengetahui kebiasaan lama saya kambuh ayah selalu berteriak dan mengikat tubuh saya dengan tali, satu ujung tali berada di tangannya agar jika saya lupa untuk duduk tegak, ayah bisa segera menarik tali tersebut.

Makan pagi penambah gizi, kami bertiga masing-masing akan mendapat satu butir telur rebus, ayah berada di samping sibuk mengupas kulit telur. Setiap malam ayah membantu kami meraut pensil, setelah itu ditata rapi di dalam kotak pensil. Jika saya belajar orgen, ayah akan mengajari aku dengan sungguh - sungguh.

Ayah tidak merokok juga tidak minum minuman keras, tidak memiliki kebiasaan buruk apa pun. Kebanyakan lelaki tidak suka mengurus anak-anak atau mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang ruwet dan membosankan, tapi ayah saya dengan penuh kesadaran sendiri, proaktif mengerjakan hal-hal tersebut.

Ketika suasana hatinya senang dan baik, ayah mengerjakannya seolah sedang mencicipi maltosa yang manis, ketika suasana hatinya sedang tidak baik, ia akan menganggap dirinya seperti mesin yang sedang beroperasi, semuanya tetap dilakukannya, mencuci piring, mengelap, menyapu, memilih sayuran… sama sekali tidak ada rasa gengsi, selalu rajin dan hemat, sabar tapi serius, teliti dan penuh perhatian, sistematik. Ayah memiliki jiwa pelayanan yang diresapi terhadap istri dan anak-anaknya, dari awal hingga akhir.

biodata diri


Name    :Arifal Rahman
Nick     : Ipal
TTL      : Roworejo, 18 Januari 1996
Agama  : Islam
Alamat  : black21knife@blogspot.com
hobby   : Bermain permainan daerah, main game
idola     : Ir. Soekarno
makes   : 4 sehat 5 sempurna
mikes    :air zam-zam, asi